DOSEN PMA : KHIKI PURNAWATI KASIM,S.ST,M.kes
MATA KULIAH.        : PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN-A
LAPORAN PEMERIKSAAN BORAKS PADA MAKANAN
(BAKSO)





  


OLEH :
DEWI FORTUNA
PO714221181008
D.IV/IIA

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR 
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN 
2020


DASAR TEORI  
1.      Bakso
Bakso adalah suatu makanan berbentuk bola-bola yang terbuat dari tepung dan daging. Untuk menambah selera dan rasa, biasanya makanan ini disajikan dengan tambahan kuah dan mie(Anonimous, 2012).
Bakso mengandung energi sebesar 190 kilokalori, protein 10,3 gram, karbohidrat 23,1 gram, lemak 6,3 gram, kalsium 35 miligram, fosfor 0 miligram, dan zat besi 6,75 miligram.  Selain itu di dalam Bakso juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 4 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 250 gram Bakso, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %(Keju, 2012).

2.        Boraks
Bahan kimia berbahaya lain yang sering digunakan pada produk olahan pangan adalah boraks. Boraks merupakan garam natrium Na2B4O7.10H2O serta asam borat yang tidak merupakan kategori bahan tambahan pangan food grade, biasanya digunakan dalam industri nonpangan seperti industri kertas, gelas, keramik, kayu, dan produk antiseptik toilet (Didinkaem, 2007). Di industri farmasi, boraks digunakan sebagai ramuan bahan baku obat seperti bedak, larutan kompres, obat oles mulut, semprot hidung, salep dan pencuci mata. Bahan industri tersebut tidak boleh diminum karena beracun (Winarno, 1997).
Asam boraks merupakan asam lemah dengan garam alkalinya  bersifat basa, mempunyai bobot molekul 61,83 berbentuk serbuk halus kristal transparan atau granul putih tak berwarna dan tak berbau serta agak manis. Baik boraks ataupun asam borat memiliki khasiat antiseptika (zat yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme). Pemakaiannya dalam obat biasanya dalam salep, bedak, larutan kompres, obat oles mulut, bahkan juga untuk pencuci mata. Boraks juga digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu dan antiseptik kayu (Khamid, 2006).
Asam boraks dapat dibuat dengan menambahkan asam sulfat atau klorida pada boraks. Larutannya dalam air (3%) digunakan sebagai obat cuci mata yang dikenal sebagai boorwater. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung dan salep luka kecil. Tetapi bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada bekas luka luas, karena beracun bila terserap oleh tubuh (Winarno dan Rahayu, 1994).
Meskipun bukan pengawet makanan, boraks sering pula digunakan sebagai pengawet makanan. Boraks sering disalahgunakan untuk mengawetkan berbagai makanan seperti bakso, mie basah, pisang molen, siomay, lontong, ketupat dan pangsit. Selain bertujuan untuk mengawetkan, boraks juga dapat membuat tekstur makanan menjadi lebih kenyal dan memperbaiki penampilan makanan (Vepriati, 2007).
Uji nyala adalah salah satu metode pengujian untuk mengetahui apakah dalam makanan terdapat boraks atau tidak. Disebut uji nyala karena sampel yang digunakan dibakar uapnya, kemudian warna nyala dibandingkan dengan warna nyala boraks asli. Tentu sebelumnya telah diketahui bahwa serbuk boraks murni dibakar menghasilkan nyala api berwarna hijau. Jika sampel yang dibakan menghsilkan warna nyala hijau maka sampel dinyatakan positif mengandung boraks(Yellashakti, 2008).

3.      Kunyit
Kunyit atau kunir, (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.), adalah termasuk salah satu tanaman rempah-rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami penyebaran ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Dalam bahasa Banjar kunyit atau kunir ini dinamakan "Janar".
Kunyit tergolong dalam kelompok jahe-jahean, Zingiberaceae. Kunyit dikenal di berbagai daerah dengan beberapa nama lokal, seperti turmeric (Inggris), kurkuma (Belanda), kunyit (Indonesia dan Malaysia), janar (Banjar), kunir (Jawa), koneng (Sunda), konyet (Madura).
Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin , desmetoksikumin sebanyak 10% dan bisdesmetoksikurkumin sebanyak 1-5% dan zat- zat bermanfaat lainnya seperti minyak atsiri yang terdiri dari Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren , sabinen , borneol dan sineil. Kunyit juga mengandung lemak sebanyak 1 -3%, karbohidrat sebanyak 3%, protein 30%, pati 8%, vitamin C 45-55%, dan garam-garam mineral, yaitu zat besi, fosfor, dan kalsium.

TUJUAN 
Untuk mengetahui yang terdapat pada boraks
Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks
Dapat mengidentifikasi kandungan boraks pada bakso

ALAT DAN BAHAN 
Tusuk Gigi / Lidi
Bakso
Kunyit 

PROSEDUR KERJA
Tusukkan tusuk gigi pada kunyit terlebih dahulu
Kemudian tusukkan pada bakso yang akan di uji
Setelah sekitar 5 detik, maka akan terlihat apakah bakso tersebut mengandung boraks atau tidak. Tandanya, jika bakso tersebut mengandung boraks, maka tusuk gigi akan berwarna orange kemerah-merahan. Hal ini disebabkan karena kunyit akan bereaksi terhadap bahan kimia, termasuk boraks.

HASIL
Tusuk gigi yang yang telah ditusukkan pada  kunyit ditusukkan ada bakso tidak terjadi perubahan warna pada tusuk gigi ( NEGATIF), bakso tersebut tidang mengandung boraks.

ANALISA HASIL
Telah dilakukan pemeriksaan boraks pada makanan ( bakso) dengan menggunakan kunyit dan tusuk gigi yang dilakukan dirumah karena adanya covid-19. Tujuannya agar kita mengetahui kandungan boraks yang beredar di pinggir jalan salah satunya pada bakso.


KESIMPULAN 
Hasil uji boraks pada bakso dapat diketahui dengan cara  menggunakan tusuk gigi yang telah ditusukan pada kunyit. Jika bakso mengandung boraks, maka tusuk gigi akan mengalami perubahan warna menjadi orange kemerah-merahan. Hal ini dapat membantu kita untuk mengetahui makanan yang mengandung boraks,terutama pada bakso. Ini adalah cara yang paling mudah yang dapat digunakan tanpa harus uji di laboratorium.

SARAN 
Saya harap kita bisa lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Jangan sampai membahayakan tubuh karena kesalahan kita dalam  mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.

Komentar

  1. Wah sangat membantu sekali kak

    BalasHapus
  2. Laporannya sudah bagus tetapi saran saya ada baiknya jika ditambahkan lagi efek samping ketika kita mengonsumsi makanan yang mengandung boraks

    BalasHapus
  3. Laporannya sudah baguss, lebih baik lagi jika di tambahkan lampiran

    BalasHapus
  4. sangat membantu dan mudah dipahami

    BalasHapus
  5. laporannya sudah bagus dan sangat membantu untuk referensi tambahan pengetahuan. saran saja mungkin penyusunannya bisa diperbaiki, bisa ditambahkan referensi yang diambil saat menulis laporan ini, dan agar lebih mudah dipahami bisa ditambahkan foto saat praktikum tersebut dilakukan, mohon maaf bila ada salah kata dan terima kasih sebelumnya^^

    BalasHapus
  6. laporannya sangat membantu buat referensi pengetahuan

    BalasHapus
  7. Laporannya sudah bagus dan di mengerti

    BalasHapus
  8. Laporannya bagus, bahasanya juga mudah dipahami

    BalasHapus
  9. Hanya tujuan terakhir yg sesuai dengan praktikum yg dilakukan.
    Kesimpulan lebih panjang dari analisa hasil, soo analisa perlu tambahan lagi....
    Saran yg diberikan sesuai dgn hasil praktikum yg didapat dan operasional(dapat dilakukan bagi yg diberik saran).
    Dokumentasi dan dapus dilengkapi lagi yak...

    BalasHapus

Posting Komentar